Top ↑ | Archive | Any question? | Submit

Monolog Labil Anak Tanggung

Bukan ingin so kritis atau peduli terhadap sesuatu yang memang belum saatnya dipedulikan apalagi saya urus, hanya ingin berpendapat, boleh kan? negara kita kan demokratis, banyak kok rakyat yang sebenarnya hanyalah “people are good at acting” ini mem-bullshit depan kamera yang lensanya hanya berdiameter tak lebih dari diameter pizza hut yang hanya ingin pujian atau santunan dari masyarakat yang ‘berharap’.

Pak, Bu, siapa saja yang merasa, kalian bukan hanya orang yang ditumpuk oleh harapan masyakarat sekarang, tapi anda-anda lah yang kami inginkan membuat merah putih maju, bukan sekedar berkembang di buku paket Geografi kelas 9 SMP yang saya baca. Pak, Bu, liriklah sedikit ke bawah, jangan hanya sirik melihat ke atas makin banyak saja orang yang hartanya melimpah ruah.

Bukannya sering kali Anda mendengar peringatan yang kurang signifikan, apalagi untuk anak balita sekalipun, yang tidak lain adalah “jangan nakal, Dek”. Oke bukan apa-apa mungkin tapi cobalah telisik sedikit, berkesan kah apabila saya mengatakan, “jangan nakal, Pa, Bu!”. Sudah terlalu bahaya saya kira jika kalian nakal di masa tua. Terlalu bahaya lebih dari masa muda. Jangan coba-coba.

Sedih ya melihat negara ini makin terpuruk, kasarnya. Tidak kalian sadari rupanya, banyak anak bangsa ingin memajukan Pancasila tapi para pemimpinnya malah memundurkan Garuda?

Hormat Saya,

Anak Bangsa Indonesia